Jumat, 01 Maret 2013

Pernak Klenik

Betul satu dari puluhan candi peninggalan jaman nenek moyang Nusantara Indonesia yang sangat spectacular.................. bagaimana  nenek moyang nusantara selanjutnya................. ?  

 
Tari.......Kutut manggung

 
wayange...opo dhalange   sing..........?

 
KiDalang ngapak........KiEntus

 
wayang Inul cover......menul menul

Keris....benar satu dari sekian senjata peninggalan budaya leluhur nenek moyang Nusantara yang sangat fenomenal....... banyak celoteh yang menanggapi dengan aroma.....".negatif " dari sudut pandang Islam...... (bersambung)


Keberadan benua ATLANTIS yang hilang masih menjadi Fenomena.............

Atlantis Adalah Indonesia (Menurut Prof. Santos)

Beberapa bulan yang lalu saya cukup kaget mendengar seorang Profesor Ahli Geologi dan Nuklir dari Brasil mengungkapkan bahwa atlantis adalah benua kepulauan yang kini dinamakan sebagai Indonesia. Kebetulan, baru 2 hari ini aku berhasil menemukan bukunya di terbitkan di Indonesia. Beliau melakukan penelitian seksama semenjak 30 tahun silam dengan menggabungkan persepsi geologi, linguistik (terutama dari manuskript kuno) dan berbagai ilmu-ilmu lain yang mempelajari tentang literatur-literatur kuno terutama yang ditulis oleh Plato dan Mahaguru dari India.

Secara geologi, Prof. Santos menggungkapakan bahwa tidak mungkin Atlantis yang diperkirakan berkembang sekitar 10.000 - 6000 tahun sebelum masehi, mampu berkembang di daerah-daerah lain selain di kawasan khatulistiwa. Pada kisaran tahun-tahun tersebut, daerah utara yaitu laut atlantik, mediterania dan daerah sekitar inggris sedang berada pada jaman es yang berkepanjangan, daerah-daerah tersebut yang selama ini diindikasikan sebagai Atlantis oleh beberapa peniliti bahkan filusuf jaman dahulu. Sehingga tidak mungkin sebuah peradaban muncul dari tempat yang tertutup es seperti itu, mengingat bahwa salah satu ciri dari munculnya peradaban adalah munculnya sistem bercocok tanam yang modern. Dan manusia tidak mungkin bercocok tanam diatas es. Wilayah lain seperti India mungkin mempunyai alam yang cocok dengan penggambaran plato, namun di wilaya ini sama sekali tidak ada pulau yang tenggelam, apalagi sebuah benua. Padahal Atlantis jelas merupakan sebuah benua yang tenggelam tertelan laut. 

Selain itu, Prof Santos juga menggungkapkan bahwa berdasarkan Manuskrip yang dituliskan oleh Plato yang mengungkapkan bahwa Atlantis adalah sebuah benua yang tenggelam. Tidak mungkin ada sebuah benua yang tenggelam di daerah sekitar laut atlantis. Hal tersebut dibuktikan dengan citra satelit bawah laut yang didapatkan Prof.Santos dari satelit NASA bahwa tidak ada bekas benua bahkan daratan kecilpun yang pernah ada di kawasan tersebut. Plato, menurut Prof. Santos tidak mempunyai kepastian dalam menentukan arah sebenarnya dari Atlantis, dia berkata bahwa atlantis berada di bagian barat. Namun beberapa sumber lain dari Mesir dan India menggungkapkan sebaliknya.

Gambaran Atlantis yang selama ini dipercaya
Beberapa kawasan lain yang  yang selama ini dianggap sebagai Atlantis oleh sebagian orang seperti wilayah Antartika dan India ditolak mentah-mentah oleh Prof. Santos. Antartika adalah daerah es abadi ketika jaman es, bahkan hingga sekarang dan tidak memungkinkan bentuk kehidupan apapun untuk bertahan hidup di sana.  Sedangkan India adalah sebuah kontinen, tidak pernah ada lapisan manapun dari India yang tenggelam kecuali daerah kecil di sekitaran pantai India yang terendam oleh air selama pelehan es. Selain itu ciri lainnya yang seharusnya ada pada Atlantis adalah Gunung Berapi...............wallohualam.......






 prof.Arisyo santos

 

Visit Indonesia Year 2013....The Lost Atlantis Finally

Kamis, 28 Februari 2013

gallery video

 
MAGELANG Jadoel

 
Marching Band AKMIL......Macan Tidar

 
Kesenian Tari BADUI......Salam Magelang
 

 TOPENG IRENG




 KUBRO SISWO

Dhaharan Khas

 
Arti huruf huruf jawa.......Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).• Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.• Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.Makna Huruf HANACARAKA
  1. Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
  2. Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
  3. Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
  4. Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
  5. Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam
  6. Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya
  7. Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
  8. Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
  9. Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
  10. La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
  11. Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah
  12. Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
  13. Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
  14. Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi
  15. Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan
  16. Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
  17. Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani
  18. Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam
  19. Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
  20. Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia

Dalam kisah AJISAKA

ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia
da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi
pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh
ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersamaAksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti: janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka. Setelah sekian lama mengembara, di negeri perantauan, Ajisaka teringat akan pusaka yang ia tinggalkan di tanah kelahirannya. Maka ia pun mengutus seorang abdinya yang lain, yang juga setia, agar dia pulang dan mengambil keris pusaka itu di tanah leluhur. Kepada abdi yang setia ini dia mewanti-wanti: jangan sekali-kali kembali ke hadapannya kecuali membawa keris pusakanya. Ironisnya, kedua abdi yang sama-sama setia dan militan itu, akhirnya harus berkelahi dan tewas bersama: hanya karena tidak ada dialog di antara mereka. Bukankah sebenarnya keduanya mengemban misi yang sama: yaitu memegang teguh amanat junjungannya? Dan lebih ironis lagi, kisah tragis tentang dua abdi yang setia ini selalu berulang dari jaman ke jaman, bahkan dari generasi ke generasi.

UNEN UNEN JAWA
*pamulange sangsarane sesami = pelajarannya sengsaranya sesama
*sakti tanpa aji = berhasil tanpa sarana
*sugih tanpa banda = bisa menginginkan apa saja tanpa persiapan
*ngluruk tanpa bala = menyusup tanpa teman, tetapi selalu mendapatkan hasil
*ngasorake tanpa peperangan = menang tanpa menggunakan kekerasan/perang (objek)apa kang sinedya teka,apa kang kacipta dadi = apa yang diinginkan/diamaui akan terjadi/ tercipta.
*Digdaya tanpa aji = sakti tanpa ajian
*Trimah mawi pasrah = menerima dengan menyerah
*Suwung pamrih tebih adjrih = sepi hasrat jauh dari takut
*Langgeng tan ana susah tana ana bungah= tenang tetap hidup nama
*murid gurune pribadi = murid gurunya pribadi
.







gethuk

kupat tahu

Pengaruh membaca Alquran untuk otak, syaraf dan organ tubuh ternyata sangat baik, ini berdasarkan penelitian ilmiah. subhanalloh...!
"Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an...".

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.

Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204).(muttaqien post)

PERHATIAN...ARTIKEL dalam blog ini boleh di copy dan silahkan  Share
dan Bagikan kepada teman-teman antum untuk dakwah dan perang melawan
media-media sekuler...! JAZAKUMULLOHU KHOIRON KATSIRON..."

Kesenian Tradisional Magelang

kesenian Jelantur
KUBRO SISWO

TOPENG IRENG

TOPENG IRENG
JATHILAN

kontak saya

Bagi yang ingin share mengenai kritik dan saran untuk kemajuan budaya tradisional Nusantara silahkan hubungi di no :
0815 1466 1573 ( Sulasmono Mujen )

Serpihanku Dimana?


serpihan candi Losori

Pemahat Relief Candi

Keahlian dan kepiawaian para pemahat asal Kabupaten Magelang sudah tersohor di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Bagaimana cara mereka memoles batu itu sehingga mirip aslinya, berikut laporannya.
MEMBUAT arca tiruan? Mungkin sulit, namun tidak bagi para pemahat di daerah Magelang ini. Arca di Candi Prambanan, Borobudur atau candi lainnya, mereka bisa membuat tiruannya. Tak hanya itu untuk memproses arca menjadi kusam, berlumut dan terkesan kuno bukan hal yang sulit bagi pemahat di sini.
Dusun Tangkilan, Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid merupakan tempat ratusan pemahat berkarya. Mereka membuat tempat usaha di Jl Magelang-Yogyakarta, tepatnya di ruas jalan Pabelan sampai Muntilan.
Bukan hanya itu, di ruas jalan ini terdapat puluhan galeri yang menampung karya mereka. Wajar jika sebagian warga di sana bergelut dalam usaha itu, baik yang dijadikan pekerjaan pokok maupun sampingan.
Dusun Tangkilan kini menjadi pusat perhatian, karena polisi menduga sebagai asal mula arca palsu dalam kasus hilangnya benda purbakala di Meseum Radya Pustaka Surakarta. Pencurian benda bersejarah itu terjadi rentang waktu September-Oktober tahun lalu dan baru terungkap sekarang. Hampir setahun, arca palsu itu mengelabuhi penglihatan banyak orang karena sepintas bentuknya serupa, tapi tak sama keasliannya.
Lima arca palsu itu antara lain, Patung Agastya, Patung Durga Mahesasuramardhini bertangan delapan, Durga Mahesasuramardhini bertangan dua, Patung Siwa dan Patung Mahakala.
Kasus serupa tapi tak sama memang bukan kali pertama mencuat. Tahun 2005, ketika arca Buddha dengan sikap mudra bhumisparsa diduga palsu dan batal dilelang di Balai Lelang Christie New York, Amerika Serikat.
Pemahat asal Magelang yang merasa telah membuat patung itu juga sempat angkat bicara mengklarifikasi keaslian benda bersejarah itu.
Kini permasalahannya lain, aksi pencurian arca di Museum Radya Pustaka yang melibatkan kepalanya KRH Darmodipuro alias Mbah Hadi memang sudah dirancang cukup rapi. Siapa sangka patung buatan Magelang itu telah mengelabuhi banyak orang.
Merusak Citra
Salah seorang pemahat asal Tangkilan, Joko (30), merasa prihatin dengan kasus tersebut, apalagi dari penyelidikan polisi diduga melibatkan pemahat di daerahnya.
Menurutnya, kemungkinan besar mafia yang merencanakan itu hanya sebatas memesan didaerahnya tak mungkin bersekongkol dengan para seniman.
''Saya yakin para seniman pahat tak mungkin berbuat seperti itu. Karena bisa berdampak pada citra kawasan. Semoga citra pemahat di sini tetap bersih tak dikotori para mafia,íí katanya.
Dia menceritakan, para penggemar arca yang datang ke kawasan kerajinan pahat memang banyak dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Sebagian membeli patung atau arca yang sudah jadi, atau ingin dibuatkan sesuai foto atau gambar yang diinginkan.
Menurutnya, gambar atau foto itu digambar ulang dalam bentuk sketsa. Barulah dituangkan dalam lempengan batu sesuai dengan ukuran pemesan.
Selain itu ada juga yang memesan arca atau patung yang tampak seperti kuno atau sudah ratusan tahun seperti yang terdapat di candi.
''Arca atau patung diproses seperti kuno itu sebenarnya sudah tak lagi menjadi tren sejak 2000 lalu. Dahulu saya pernah membuat arca Dewi Durga seperti yang terdapat dalam Candi Prambanan. Pemesannya meminta seperti arca kuno yang kusam," katanya.
Membuat arca seperti kuno itu, dia menggunakan istilah ''memprosesíí. Jika patung yang dibuat sudah jadi barulah dia memproses. Ada berbagai cara untuk memproses patung seperti itu, dengan bahan alami atau bahan kimia.
Biasanya dia lebih memilih bahan alami karena hasilnya lebih sempurna. Bahan-bahan itu antara lain, kunyit, teh, karat kali dan berbagai bahan lainnya.
Bahan itu ditumbuk sampai halus, kemudian digunakan untuk mengecat arca. Proses pengecatannya bisa sampai puluhan kali.
''Setelah kering dicat lagi, dilakukan berulang-ulang sampai didapatkan warna yang sempurna menyerupai batu yang sudah puluhan tahun,íí kata bapak satu anak yang telah berprofesi sebagai pemahat 15 tahun itu.
Paling cepat dalam langkah memproses itu, lanjut dia, minimal empat hari. Setiap harinya bisa dilakukan pengecatan sampai sepuluh kali. Untuk harga arca yang telah diproses tentu agak mahal dibanding yang biasa.
Menurutnya, harga untuk patung Dewi Durga tampak seperti kuno ukuran satu meter kali 20 centimeter, sekitar Rp 2,5 juta, sedangkan yang biasa tanpa proses Rp 1 juta.
Dia mengaku selisihnya harganya memang agak jauh, karena dalam pembuatannya membutuhkan keahlian khusus.